Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, 
si gadistampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak
terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat
gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan
berkata, "Kita pulang saja?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta
garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan
ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia
memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya kebiasaan
seperti ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan
setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat
kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen
orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si
gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya
itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si
gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya
nun jauh di sana , masa kecilnya dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat
juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka
berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria
itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli... betul-betul
seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang
lelaki seperti itu!
Kopi asin yang ada gunanya...
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,
sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,
ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang
disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat
yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan
kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang
aku katakan padamu ... tentang kopi asin."
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu
itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit
sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah
merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir
bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk
berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya,
karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa
pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan
padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan
rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak
bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala
sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan
terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya,
saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku,
meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian
hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi
pakai garam?
Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,
tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu
bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.
Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih
manis daripada gula.

Jumat, 02 September 2011

Marlon King Menemukan Islam Di penjara

Kisah Muallaf
Ternyata, penjara tak selamanya berarti bencana dan duka nestapa. Kamar pengap berjeruji besi ini bahkan bisa menjadi kenikmatan seumur hidup. Setidak-tidaknya, itulah yang dialami oleh Marlon King, seorang striker sepak bola di Liga Inggris.

Penjara benar-benar membuat Marlon King menemukan kebenaran hakiki dalam hatinya. Striker 29 tahun yang pernah dikontrak klub Wigan Athletic ini memeluk agama Islam, dan mengganti namanya menjadi Hamza.

King, dijebloskan ke penjara Wayland, setelah divonis 18 bulan penjara oleh pengadilan Southwark Crown, London, Jumat (30/10/2009). striker asal ini dinyatakan bersalah memukul seorang wanita muda di Revue Bar di daerah hip London, Soho, Desember 2008 silam. Bukan itu saja, manajemen klub pun sepakat untuk memutus kontraknya, padahal saat itu King tengah merayakan kehamilan istrinya serta mencetak gol dalam pertandingan, beberapa jam sebelumnya.

Namun berkehendak lain. Selama di penjara, Marlon belajar agama Islam setelah bertemu dengan Abu Hamza Tariq, yang dihukum tujuh tahun mulai tahun 2006 lalu.

Kini, Marlon menganggap Abu Hamza sebagai pahlawan hidupnya. Sebagai muallaf, Marlon kini menjadi Muslim yang taat, dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktu, tidak mengonsumsi makanan haram, dan menjaga persaudaraan sesama Muslim.

Seperti dilansir dari The Sun, Marlo juga sering bertemu dengan Abu Hamza Tariq yang hanya memiliki satu tangan tersebut. Tidak hanya itu, Marlon juga membicarakan masalah jihad, serangan 9/11 di New York dan perang di Afghanistan.

“Marlon berubah dari seorang yang buruk dan kini pindah menjadi muslim. Dia memuji Abu Hamza sebagai pahlawan, meski dia tahu, resikonya ia dibenci khalayak,” tegas sumber dalam The Sun.

“Marlon bahkan akan mengislamkan keluarganya ketika dia keluar dari penjara akhir tahun ini. Ini bukan sementara, ini perubahan total. Marlo membaca buku mengenai Islam berjam-jam di telepon genggamnya,” papar sumber dalam tersebut.

Selamat datang dalam Islam, King. Semoga engkau jadi “striker” di jalan Allah.

10 Kisah Lucu Penuh Motivasi

Kisah Lucu Penuh Motivasi


1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.


2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"

Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya , saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"

Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"


Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

6. Si A : "Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."
Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"
Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."


Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!"
Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!"

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"
Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"


Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana."

Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan?"
Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, "plak" gembok besar itu sudah terbuka.


Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Sumber : http://www.klikunic.com/2011/07/10-kisah-lucu-penuh-motivasi.html#ixzz1WoxexcbS

10 Kisah Lucu Penuh Motivasi

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.



2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

http://2.bp.blogspot.com/_2ssnvuTv3_A/TUp7QzGlcLI/AAAAAAAAAD4/YhNYwDeFw0A/s1600/gambar-lucu-11017097852.jpg

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.



4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.



5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”

Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqFSfyCMk_blZ846WQWbbAbqwsEqEpiRKjbPj45MlZMgDBiEjKEANB9mvMMNY_6C-12k6OPZ4A9UPnA0mVvHYTXW4-wi9vKEeKsXbbcgbCwsFMDqWzXYJnRKsvf7s3sOSAlfnYP-4vB-g/s1600/bayi+lucu+2.jpg

6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.



7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.



8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.



9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.



10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

~[WARNING] Katakan "TIDAK" Untuk Memukul Anak~



Orangtua kerapkali merasa kehabisan cara untuk mengatasi kenakalan anaknya, ujung-ujungnya pukulanlah yg mendarat dibokong si kecil. Pada dasarnya tidak ada seorang orangtua pun yg suka memukul anaknya, bahkan mereka mengaku didera perasaan bersalah setiap kali habis memukul anaknya. Namun, dilain sisi mereka tidak tahu lagi apa yg mesti dilakukan agar anaknya mau menurut & menghentikan kenakalannya.



Sebuah penelitian menyatakan bahwa memukul anak akan mengajarkan pada anak utk bersikap menyerang & menggunakan kekerasan dlm menyelesaikan masalah. Riset tersebut jg menyatakan bhw seringnya orangtua memukul anaknya, akan merendahkan self-esteem & menyebabkan depresi pada anak, bahkan hingga ia dewasa. Lalu, cara seperti apakah yg bisa orangtua lakukan untuk menangani anaknya yg nakal, selain memberinya pukulan.



Berikut beberapa cara yang bisa menjadi alternatif bagi orangtua dalam mendidik anak:



"Tetap tenang"



Saat anda merasa marah pada anak anda, dan kemarahan tersebut rasanya sudah tidak terkontrol, sehingga anda berkeinginan memukul anak anda, yg bisa anda lakukan pd situasi tersebut yaitu meninggalkannya sejenak untuk menenangkan diri. Biasanya setelah anda dlm keadaan tenang, anda akan menemukan solusi lain terhadap masalah yg anda hadapi. Jika anda terpaksa tidak bisa meninggalkan situasi tersebut, anda bisa menenangkan diri dgn cara menghela nafas sejenak, dgn memejamkan mata sambil menghitung hingga sepuluh, atau hingga anda merasa lebih tenang.


"Sediakan waktu untuk diri sendiri"



Orangtua yg kerapkali memukul anaknya yg nakal, biasanya adalah orangtua yg tdk punya waktu untuk dirinya sendiri, sehingga ia selalu merasa tergesa-gesa dalam segala hal. Jadi penting bagi anda untuk tetap menyediakan waktu tenang untuk diri anda sendiri, misalnya dgn sesekali menyediakan waktu untuk membaca, exercise, berjalan-jalan, berdoa & sebagainya, meski sesibuk apapun anda.



"Tetap bersikap lembut namun tegas"



Salah satu situasi yg membuat orangtua memukul anak mereka, adalah saat anak tidak mematuhi perintah yg katakan orangtua untuk tidak bersikap nakal, sehingga pukulan adalah cara yg mereka pilih. Jika anda menghadapi situasi seperti ini, yg bisa anda lakukan adalah lakukan eye contact dgn anak anda, berjongkoklah agar mata anda berada tepat didepan matanya, kemudian tataplah matanya dlm & tegas, sentuhlah punggungnya, dan katakan padanya dgn ucapan yg lembut namun tegas tentang apa yg anda ingin ia lakukan, misalnya "Mama ingin kamu bermain dgn tenang", dan sabagainya.



"Beri pilihan"



Memberi pilihan pada anak anda adalah cara yg efektif untuk menghindarkan anda memukul anak anda saat nakal. Misalnya saat sikecil mulai mengacak-ngacak makanannya di meja, anda bisa memberinya pilihan, ia ingin berhenti mengacak-ngacak makanannya atau ingin anda memindahkannya dari meja makan. Jika ia masih terus mengacak-ngacak makanannya, turunkan ia dr meja makan dgn tegas, namun tetap lembut, lalu katakan padanya, bahwa anda akan mengembalikannya ke meja makan saat ia siap untuk memakan makanannya tanpa memainkannya.

"Memberikan konsekuensi yang logis"




Konsekuansi yg logis terhadap kenakalan sikecil yaitu mengajarkannya untuk bertanggungjawab terhadap kenakalannya yg ia lakukan. Dalam sebuah kasus, misalnya, saat sikecil memecahkan kaca jendela tetangga dan anda menghukumnya dgn memukulnya bisa jadi hukuman tersebut akan membuat sikecil tidak akan mengulang perbuatannya lagi, namun selain itu, sikecil juga akan belajar bahwa ia harus menyembunyikan kesalahannya dari anda, menyalahkan orang lain, berbohong, atau berupaya agar tidak ketahuan oleh anda. Ia juga akan merasa marah dan dendam pada anda akibat pukulan yg anda berikan. Sikap penurutnya didasari perasaan takut anda pukul lagi, bukan karena menghormati anda sebagai orangtuanya.

Bandingkan efek yg ditimbulkan jika anda memberikan hukuman yg logis pada sikecil dibanding memukulnya, misalnya anda bisa mengatakan dgn nada suara yg tegas padanya bahwa "Mama tahu kamu baru saja memecahkan jendela rumah tetangga sebelah, lalu apa yg akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?". Dgn demikian sikecil akan mencari cara bagaimana mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut pada tetangga anda, paling tidak ia akan berinisiatif meminta maaf pada tetangga anda, atau bahkan mau mencuci mobil tetangga selama beberapa waktu untuk mengganti kaca yg ia pecahkan. Situasi tersebut akan mengajarkan sikecil bahwa kesalahan adalah bagian yg tidak terpisahkan dari hidup, dan meski ia telah membuat kesalahan, namun jika ia mau mempertanggungjawabkan kesalahannya, dan memperbaikinya, maka semuanya akan baik-baik saja. Ia juga tidak akan marah dan dendam pada orangtuanya, yg terpenting self-esteem nya tidak akan runtuh.



"Melakukan perbaikan"



Saat sikecil melanggar larangan anda, mungkin anda emosi dan memberinya hukuman yg kejam, misalnya tdk memberinya uang jajan, atau melarangnya keluar rumah untuk beberapa waktu. Jika hal tersebut anda lakukan, pikirkan lagi konsekuansinya, karena hukuman tersebut justru akan membuat anak anda semakin marah pd anda, bahkan malah akan membangkang anda. Jika hukuman tersebut sudah terlanjur anda lakukan lantaran emosi anda, anda bisa melakukan perbaikan misalnya, dgn menemui anak anda & mengajaknya berbicara, katakan padanya bahwa anda minta maaf telah memeberinya hukuman tersebut, katakan juga bahwa betapa anda merasa dikhianati karena pelanggaran yg ia lakukan, ingatkan padanya bahwa menjaga janji merupaka hal yg penting, yg terpenting, kemudian mintalah ia melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. Sesuatu yg datang dari kesadarannya sendiri, dan bukan merupakan hukuman dari anda.


"Menarik diri dari konflik"



Saat bertengkar dgn sikecil rasanya anda ingin menamparnya karena kata-katanya yg tidak pantas pada anda, jika situasi tersebut yg anda hadapi, alangkah baiknya jika anda segera menarik dari situasi trsbt. Namun, jangan tinggalkan ruangan dalam keadaan marah, sebaliknya katakan dgn tenang bahwa anda ada diruangan sebelah jika anak anda suda

Sia-Sia Puasa Kita!! Sebuah Renungan Ramadhan Bagi Muslim Sumber

Ketika ramadhan bersua, maka boleh jadi semua muslim di dunia menyambutnya dengan gembira. Karena bulan ini bukan saja bulan di mana segala amal ibadah menjadi dilipat gandakan balasannya (baca: pahala), meskipun bagi saya yang terpenting bukan pahalanya, tapi bulan di mana setiap muslim tak peduli status sosialnya harus sama-sama menjalankan dengan khusyuk dan menahan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercela, karena seperti kata ustadz-ustadz yang pernah saya dengar ceramahnya mengatakan bahwa puasa termasuk puasa ramadhan harus menjadi perisai agar yang melaksanakan boleh terlepas dan terlindungi dari segala maksud-maksud perbuatan tak terpuji, sehingga mampu mencapai predikat taqwa sebagaimana target dari perintah ibadah puasa itu sendiri.
Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka
Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka
Saking meriahnya sambutan terhadap bulan ini, maka geliatnya terasa bahkan seminggu sebelum puasa berjalan. Mulai dari stasiun TV yang beralih acara agak islami-islami dikit, masjid-masjid yang dibenahi agar tampak indah dan sedap dipandang, karena maklum pada bulan ini masjid dipastikan bakalan penuh, meskipun cuma dalam hitungan beberapa minggu saja, pedagang di pasar-pasar yang kebanjiran pembeli, pasar juadah yang bermunculan, sampai percetakan yang kebanjiran orderan spanduk dan baliho ucapan selamat berpuasa, jadwal imsakiyah dan sebagainya, apalagi di daerah yang kebetulan bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah pasca puasa nanti.
Karena saya bukan ustadz dan ahli agama, maka dalam tulisan ini saya tidak mengomentari macam-macam tentang hikmah puasa ramadhan, apalagi tentang banyaknya keutamaan berpuasa, manfaat berpuasa dan sebagainya, tapi betul-betul sekedar menulis tentang fenomena sosial yang tampak saja jika ramadhan tiba.
Semua tampak serba religius ketika ramadhan tiba, karena memang di bulan ini selain ibadah puasa, maka selalu beriringan dengan intensitas peningkatan ibadah-ibadah yang lain pula, tentunya dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan.
Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa
Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa
Maka di bulan ini dapat dipastikan angka orang yang membayar zakat cukup tinggi, orang yang berubah dermawan kemudian beramal memberi makan kaum fakir-miskin juga tinggi, acara pengajian tadarusan bersama juga naik drastis. Karena seperti kata ustadz bahwa fungsi puasa juga bukan sekedar menahan haus dan lapar, sebab dengan haus dan lapar itulah seharusnya mengingatkan kaum yang jarang merasakan haus dan lapar untuk ingat kepada kaum yang sering merasakan haus dan lapar.
Sederhananya, bulan ini juga merupakan ajang bagi manusia-manusia yang kebetulan ‘berpunya’ agar tidak ‘pelit’ harta buat berbagi dan mempunyai rasa kepedulian terhadap saudaranya yang miskin. Makanya, seringkali dalam tiap ceramah agama yang sering saya dengar, selalu terungkap hendaknya puasa boleh jadi menyadarkan orang-orang kaya agar tersentuh nuraninya, yaaah…untuk lebih giat beramal-lah, sekali-sekali belajar berzakat, bershadaqah dan berinfaq terlebih-lebih kepada kaum fakir-miskin dan anak-anak yatim yang berada di sekelilingnya.
Sebagai bulan penempaan diri yang bukan saja mengajarkan ibadah ritual tapi juga ibadah sosial, maka seharusnya di bulan ini jangan dijadikan ajang pamer kemewahan dan parade kesombongan. Kenapa saya katakan demikian, karena terkadang saking salah kaprahnya menyambut dan menjalani puasa ramadhan sampai menyambut idul fitri nanti, maka ada sebagian manusia-manusia “berada” tersebut, malah melakukan agenda pamer kemewahan dan parade kesombongan itu.
Seperti mengunjungi dengan niatan menyantuni orang fakir-miskin dan anak yatim, tapi dengan berpakaian yang bermewah-mewahan dan berlebihan, kalau perlu semua perhiasan digunakan, semua pakaian necis dipakai, trus makan sahur dan berbuka dengan mubazir, nanti menjelang idul fitri pesta belanja dan sebagainya.
Selanjutnya kegiatan-kegiatan penyantunan itu cuma sekadar mempertontonkan simbol-simbol relijiusitas agar semata-mata dibilang “dermawan” di mata manusia, yaah seperti jika membantu orang miskin dan anak yatim piatu mesti diliput televisi dan media massa, seakan-akan udah paling shaleh sendiri. Banyak fenomena seperti ini yang tampak berjubel selama ramadhan, trus pasca ramadhan, semua itu lenyap tak berbekas seperti melukis di atas air.
Inilah beda antara puasa “sebagian kaum kaya borjuis” dengan puasa kaum miskin, kalau puasa “sebagian kaum kaya borjuis,” biasanya bekas dan betahnya cuma sebulan, trus selama sebulan itu dijadikan ajang unjuk gigi pamer segala kekayaan itu. Artinya, ternyata puasa itu sudah berubah dan turun status menjadi simbol kemapanan ekonomi belaka. Haus dan laparnya tak menyisakan pembelajaran apa-apa selain haus dan lapar selama sebulan itu.
Kemudian kalau kaum miskin, pada ramadhan ini, terkadang belum tentu juga dapat berpuasa full, karena biasanya mereka harus membanting tenaga jauh lebih keras dan mungkin menganggap dari ramadhan ke ramadhan adalah sesuatu yang biasa saja dan sudah sering mereka hadapi, karena yaa…haus dan laparnya hampir sama saja tiap hari, yang beda mungkin banyaknya orang memberi sedekah, itu saja! Dan…pasca idul fitri nanti yaaa haus dan lapaaar lagi, bahkan mungkin lebih parah haus dan laparnya!
Meskipun sudah berkali-kali diungkapkan, bahwa secara makna berpuasa mestinya menyadarkan kita akan rasa haus dan lapar yang justru tiap hari dialami kalangan fakir miskin, dan sebenarnya pada bulan ini adalah ajang melatih diri untuk menjalani apa yang sama dirasakan kaum fakir-miskin yang serba kekurangan, serta untuk mengembangkan sikap empati dan simpati terhadap derita rakyat miskin. Tapi faktanya tidak demikian memang.
So…alangkah menjadi lebih menarik seandainya semua elemen masyarakat termasuk pemerintah mendiskusikan bagaimana caranya mengkampanyekan agar momentum ramadhan dapat menjadi starting upaya memberdayakan kaum fakir-miskin yang termarjinalkan.
Karena kaum fakir-miskin hadir bukan semata-mata karena takdir, tapi karena ternyata kekuasaan, kebijakan dan kekuasaan modal yang justru semakin memiskinkan, melanggengkan kemiskinan, tidak memberikan akses yang membebaskan dan tidak memihak kepada kaum miskin.
Untuk menghayati penderitaan mereka itulah kita puasa.
Bagaimana kerontangnya kerongkongan tanpa disentuh air saat mendorong
gerobak sampah pemulung di panas terik. Bagaimana lemahnya tubuh disaat
tak dapat sepotong makanan pun sepanjang hari. Dan bisakah hati tidak
megeluh akan semua itu? Bisakah mulut tidak rewel dan cerewet menjalani
semua itu?
Bagaimana jika hal itu berlangsung lama?
Bagaimana jika waktu berbuka itu tidak ada? Yang biasanya sudah ditunggu
hidangan makanan indah bak buah-buahan dalam bayangan sorga? Bagaimana
jika ibadah puasa itu tanpa sahur? Yang tujuannya jelas-jelas
dipersiapkan sebagai energi cadangan untuk menjalani puasa di siang
hari? Lalu saat berbuka akhirnya juga dibayar sekian kali lipat?
Lalu kenapa saya, anda dan kita semua,
terutama para pengkotbah begitu gencarnya menyeru puasa itu wajib bagi
siapa saja? Termasuk mereka yang miskin papa?
Ya itu kan perintah Tuhan.
Perintah Tuhan?
Apakah Tuhan buta realitas?
Oh … kejam nian Tuhan jika demikian.
Jangan-jangan Tuhan mencibirkan manusia yang mengaku beriman dengan
berkacak pinggang dalam kotbah dan ceramah suci mulia. Tapi para
gelandangan tetap kelaparan dan tidur dalam tumpukan sampah. Sementara
kita kaum beriman menikmati apel, juice saat berbuka puasa. Yang kita
yakini sebagai kemenangan menahan nafsu di siang hari.
Bisakah kita merasa malu?
Malu bahwa puasa kita hanya omong kosong?
Puasa kita hanya semacam festival menunda selera pacu yang lebih ganas
menjelang waktu berbuka? Puasa manja yang tidak pernah kurang makan?
Puasa yang sudah dipersiapkan dengan makanan sahur agar tidak tumbang di
siang hari? Puasa yang kita elu-elukan secara kroyokan? Puasa yang
ibarat mobil ambulance lewat? Yang memaksa semua mobil lain minggir
karena mau lewat? Puasa yang memaksa dunia harus mengakui bahwa kita
lagi puasa sambil berteriak: “Jangan ganggu saya, saya lagi puasa.
Jangan makan dekat saya!”
Apakah artinya puasa Ramadhan bagi kaum
miskin papa yang sudah selalu puasa dalam banyak hal? Tidak seperti
kita orang beriman omong kosong yang cuma menahan haus lapar? Yang
dilakukan cuma karena takut ancaman Tuhan dan mengumbar pahala? Dan
lebih-lebih karena takut ancaman sosial karena dinilai sebagai orang
yang tidak bermoral dan tidak beriman?

Suntikan Motivasi Setelah Di pecat


6 Suntikan Motivasi Setelah Dipecat

Karir emang tidak selamaya berjalan mulus, anda mungkin pernah atau sedang mengalaminya
Spoiler for u are fired:



alasan2 pemecatan :
  • perusahaan merugi,
  • yang menjngkelkan pemecatan karena ada orang yang lebih kompeten untuk menggantikan sebuah posisi,
  • pemecatan karena unsur kriminalitas (jangan sampe terjadi gan)
alasan nmr 2 yang mungkin berat dan membuat menangis, malu, marah, bahkan berpikir bagaimana mungkin posisi kita digantikan seseorang yang tidak tampak lebih baik
tapi apa daya Yang bisa kita lakukan cuma menerima keputusan perusahaan bahwa Anda sudah tidak bisa bergabung bersama mereka.
Spoiler for pemecatan:


ini ane share beberapa cara untuk melalui masa-masa pemecatan, agar kita bisa bangkit gan..,


1. segera share ke Keluarga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2iha1aMNV832eM-z6w9zi-gck0x4W7ljD5vN8X_tJRbNK3MD27PZtFjCefUXwzeDgLoygmidELMaG4I8qkJLQz6BT0g9DJQnDjSuLMsHYyreN9pX3vET3AwQAOcnUWzNgpLf7o0o0qlwv/s1600/arti+keluarga.jpg


Setelah Anda keluar dari kantor dan mendapat surat pemberitahuan bahwa Anda dipecat, segera beritahu keluarga Anda. Menunda tidak akan membuat keadaan lebih baik. Jika keluarga Anda tahu bahwa Anda dipecat, maka Anda tidak akan sendirian menghadapi semua ini. Pertanyaan umum seperti, "Lalu siapa yang akan membayar cicilan rumah kamu?", atau "Tapi kan janji liburan nanti kita jalan-jalan?" adalah pertanyaan yang wajar. Yakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja dan Anda mampu mengatasi hal tersebut.

2. Hindari Pelampiasan Tak Sehat



Seringkali rasa menyesal, takut dan kecewa yang sangat berat menghantui kehidupan Anda setelah dipecat. Ditambah lagi jika Anda sulit untuk mendapat pekerjaan baru setelahnya. jangan rusak diri Anda dengan mengonsumsi makanan tidak sehat dan meminum alkohol sebagai pelampiasan, hal-hal itu justru akan memperburuk kondisi mental dan fisik Anda. sibukkan hari-hari dengan rutinitas sehat sekaligus mencari kesempatan untuk mendapat pekerjaan baru yang lebih baik.

3. Kenang kembali cerita sukses anda (flashback)



Saat ini, Anda berpikir bahwa Anda sedang gagal. Itu wajar, tetapi mau sampai kapan Anda berpikir demikian dan tidak mengambil langkah untuk menjalankan roda kehidupan Anda agar kembali bergerak? flashback ingatan Anda saat kesuksesan Anda raih, saat hari kelulusan Anda, saat Anda diterima bekerja, saat Anda berada pada posisi yang cemerlang. Anda bisa kembali pada masa itu dan jadikan sebagai motivasi Anda bisa meraih semua kesuksesan tersebut (kembali).

4. Gali Lebih Jauh, Mengapa Anda Dipecat? (berintrospeksilah)



Apakah Anda telah mengetahui dengan jelas mengapa Anda dipecat? Bisa jadi perusahaan Anda hanya mengatakan, "Anda tidak bisa bergabung lagi dengan kami,". Tetapi coba gali lebih jauh mengapa Anda dipecat! Apakah ada seseorang yang menggantikan Anda, mengapa demikian, apakah ada yang kurang dari sikap profesional dan kemampuan Anda dalam menyelesaikan tugas-tugas kantor? Gali lebih dalam agar bisa menjadi pegangan dan pelajaran agar Anda tidak mengalami hal yang sama untuk kedua kali.

5. Jangan Menjelek-Jelekkan Kantor Lama



Anda bisa memasukkan perusahaan lama (yang memecat Anda) dalam CV. Biasanya, perusahaan yang memanggil Anda untuk wawancara menanyakan mengapa Anda meninggalkan perusahaan tersebut. Katakan saja bahwa Anda dipecat dan beritahu mereka alasannya. Karena pewawancara bisa menghubungi kantor lama Anda untuk menanyakan alasan pemecatan Anda. Jangan pernah menjelek-jelekkan perusahaan lama Anda pada pewawancara, karena itu akan menurunkan sikap profesional Anda.

6. Cari Kesempatan, perbanyak informasi (Ngaskus klo versi ane)



Jika Anda memutuskan bahwa Anda tetap harus meniti karir sekalipun mengalami pemecatan, maka jangan hanya diam merenungi nasib. Kesempatan tidak datang begitu saja mengetuk pintu rumah Anda, Anda yang harus mencarinya. Bagaimana caranya? Perbanyak membaca surat kabar, browsing internet dan perbanyak relasi atau bergabung dalam sebuah komunitas seperti
kaskus. Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan, kesempatan untuk meniti karir akan semakin lebar.

Sumber : http://www.klikunic.com/2011/08/suntikan-motivasi-setelah-di-pecat.html#ixzz1Wov7eE4i

Jangan Menjadi Gelas, Apabila Anda Mampu Menjadi Danau Sumber



http://4.bp.blogspot.com/_a3geZOtAfwk/S7Xy_V3DMEI/AAAAAAAAAPk/N5lkBL1Y0FE/s1600/danau011.jpghttp://srikonsepharumw.files.wordpress.com/2010/07/gelas.jpg

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

Kenapa kau selalu murung, nak?

Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?

Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ? sang Guru bertanya.

Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. ?Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.

Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu, kata Sang Guru. ?Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

Bagaimana rasanya?? tanya Sang Guru.

Asin, dan perutku jadi mual, jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

Sekarang kau ikut aku.Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.?

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

Sekarang, coba kau minum air danau itu,kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, Bagaimana rasanya??

Segar, segar sekali,kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi??

Tidak sama sekali,kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

Nak, kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.?

Si murid terdiam, mendengarkan.

Tapi Nak, rasa asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau....

Dan selalulah bisa mempunyai hati yg selalu bisa mengucap syukur untuk segala hal yg terjadi dalam hidup kita.


Sumber : http://www.klikunic.com/2011/08/jangan-menjadi-gelas-apabila-anda-mampu.html#ixzz1WoufPuHi

Apa yang membuat orang sukses?



1 Ia terlebih dahulu memenangkan pertempuran dengan dirinya sendiri. Ia berfikir dan yakin bahwa dirinya akan sukses. Ia bertekad kuat akan memimpin dirinya sendiri. Ia percaya dan yakin pada dirinya sendiri. Ia tahu bahwa dirinya lebih baik daripada apa yang ia pikirkan apalagi dari apa yang orang lain pikirkan.
 
2 Ia melakukan tindakan. Ia membuat kebiasaan sukses dalam hidupnya. Sedikit demi sedikit namun terus menerus. Sesuatu yang sederhana namun diperlukan kesabaran dan daya juang yang tinggi. Sesungguhnya dibalik kesulitan adalah kemudahan. Sesungguhnya kemudahan itu terletak dalam kebiasaan. Kebiasaan itu terbentuk setelah kesulitan. The first is difficult and the next is easy. Jadi, ia segera mengambil langkah pertama, yakni tindakan.
3 Ia memperhatikan hukum alam, hukum sebab akibat. Tak ada yang ajaib atau tiba-tiba terjadi tanpa suatu usaha atau sebab. Ia meninggalkan angan-angan kosong dan penyesalan. Ia tidak suka berdalih. Ia tidak mengandalkan keberuntungan namun menciptakannya.
4. Ia percaya dan menuruti kata hatinya. Ia mengalahkan ketakutan dan emosi negatif dengan kekuatan hatinya. Kekuatan itu menggerakkannya untuk bertindak dan menghancurkan ketakutannya.
5. Ia berjalan dan bertindak dengan cepat dan bersemangat. Ia setengah berlari. Ia berjabat tangan dengan jabatan yang erat. Ia tersenyum dengan ketulusan dan senyum yang lebar. Ia duduk di barisan depan dan tak ragu menjadi pemimpin. Ia melakukan sesuatu yang membuat orang lain dan dirinya merasakan kekuatan yang dahsyat dari dalam dirinya. Kekuatan keyakinan.
6. Ia selalu berkata baik dan positif. Ia menjauhi kata-kata negatif. Ia juga pendengar yang baik dan aktif. Ia menghargai siapapun yang berbicara dengannya.
7. Ia mempunyai lingkungan yang baik dan nomor satu. Ia tidak menghiraukan orang-orang bodoh dan gagal.
8. Ia selalu memperhatikan input yang masuk dalam dirinya. Mulai dari nutrisi atau gizi, bacaan, tontonan, sampai percakapan/pendengaran.
9. Ia adalah orang yang senang belajar dan selalu belajar. Ia melakukan perbaikan dan kemajuan setahap demi setahap. Ia menghargai proses.
10. Ia bersemangat dan antusias karena berusaha mengenal sesuatu dengan lebih dalam. Mencari yang menarik dan positif.
11. Ia menghancurkan stereotip tentang simbol dan sesuatu yang bukan hakikat.. Ia tidak berfikir bahwa orang sukses itu kaya dan bermobil mewah. Mungkin saja itu hasil korupsi. Namun, ia percaya bahwa orang sukses itu adalah orang yang selalu berusaha untuk bangkit dan menjadi lebih baik. Jika kaya dan lainnya iu hanyalah sebagai indikator belaka. Ia percaya akan esensi. Ia percaya dengan idealisme dan nilainya tanpa fanatisme buta. Ia bijaksana. Sekali lagi, ia menganggap bahwa sukses itu ada di dalam hati, bukan di luar.
http://blogkarangjunti.files.wordpress.com/2009/09/sukses.jpg?w=311&h=320

12. Kesuksesan sejati itu adalah melayani, bukannya dilayani. Orang yang sukses sejatinya membuat orang lain merasa menang dengan dirinya sendiri, bukannya membuat orang lain kalah dan hancur. Ia menang, begitu juga dengan yang lain. Ia sukses, begitu juga dengan yang lain.
13 Kesuksesan sejati terletak di dalam kesabaran dan konsistensi. Bagaimana dia melakukan kebaikan dalam tempo yang cukup lama, walaupun hanya sedikit. Mempertahankan kesuksesan itu jauh lebih sulit daripada mencapainya.
14 Jika di film-film banyak orang berkhayal tentang mesin waktu yang dipergunakan untuk memperbaiki masa lalu untuk hari ini, ia melakukan tindakan untuk mengubah masa depan dengan memperbaikinya di hari ini.
(Nafis Mudrika)

10 Kunci Rahasia Kesuksesan Orang di Negara Jepang

Kita semua tahu bahwa Jepang adalah negara maju yang sangat hebat dan berjaya. Namun gempa dan tsunami yang melanda negri matahari itu menghancurkan sebagian besar wilayah jepang yang berdampak pada perekonomiannya. Akan tetapi sepertinya tidak perlu lama bagi jepang agar bisa kembali menguasai perekonomian dunia, karena Jepang dikenal memiliki rakyat yang sangat luar biasa ulet. Banyak orang-orang sukses berasal dari Jepang.

Karena itu tidak ada salahnya kalau kita mengetahui apa yang membuat Jepang begitu perkasa di bidang ekonominya.

1. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

2. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.
3. Pantang menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).
Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

6. Kerja keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
7. Jaga tradisi & menghormati orang tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

8. Budaya baca
Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca

9. Hidup hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30, dan ternyata sebelum tutup itu pihak supermarket memotong harga hingga setengahnya.
10. Kerjasama kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Mengetahui 10 rahasia sukses Jepang tersebut, tidak ada salahnya kita mengikuti sifat-sifat orang Jepang tersebut sehingga kita bisa menjadi sukses layaknya kebanyakan orang Jepang.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites