Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2011

Penghinaan orang Kristen Terhadap Maria dan Yesus



Maria dan bayi Yesus versi Gereja Arab




Maria dan Yesus versi orang Jepang




Maria dan Yesus versi suku Guadalupe, Yesus terlihat seprti anak perempuan




Maria dan Yesus versi bangsa mana ini??



orang yang cantik dan ganteng yang di foto lalu dikatakan bahwa ini foto Maria dan Yesus




Maria dan bayi Yesus dalam Gereja Ortodoks Rusia




Maria dan Yesus dalam versi suku Apache




Yesus orang indian




Yesus versi orang bolivia




Yesus gembala yang baik




Yesus dalam Gereja Katolik




Yesus dalam lukisan Gereja Ortodoks




Maria dan bayi Yesus versi orang Cina




Yesus dari afrika



Rabu, 31 Agustus 2011

Menyoal Doktrin Trinitas

oleh: Tim FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan)
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Mereka juga mempertuhankan Almasih putera Mayam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan kecuali Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [Qs. At Taubah 31].
Sorotan Al Qur’an terhadap Trinitas Dr. R. Soedarmo mengakui Trinitas memang tidak dapat dimengerti. Alban Douglas menyatakan barangsiapa mencoba untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi akan jadi tidak waras. Adolf Heuken Sj. menyimpulkan Trinitas adalah dasar dan puncak dari misteri iman mutlak. Dan masih banyak lagi tokoh gereja Kristen yang jujur mengakui doktrin Trinitas adalah keimanan yang semu dan tidak teruji kebenarannya.
Jauh sebelumnya, keganjilan doktrin Trinitas itu telah disinggung Al Qur’an, dengan menyatakan bahwa semua nabi dan rasul dari Adam sampai Muhammad saw. (termasuk Nabi Isa as.) mengajarkan Tauhid/ monotheisme, yaitu penghambaan kepada satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak disembah. Tuhan tidak pernah berubah baik sifat maupun jumlahnya. Tak satu pun yang membawa ajaran Trinitas. Ayat-ayat tersebut, di antaranya:

Tauhid Nabi Nuh “Sesungguhnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia” (Qs. 23 Al Mukminuun 23).
Tauhid Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib “Dan kepada kaum ‘Ad (Kami mengutus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia” (Qs. 11 Huud 50).
“Dan kepada kaum Tsamud (Kami mengutus) saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia” (Qs. 11 Huud 61).
“Dan kepada kaum Madyan (Kami mengutus) saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia”(Qs. 11 Huud 84).
Tauhid Nabi Isa as. “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Almasih putera Maryam,” Padahal Almasih sendiri telah berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim. “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa……”(Al Maa-idah 5: 72-73).
Tauhid Nabi Muhammad saw. “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”(Qs. 47 Muhammad 19). Ayat lainnya: As Syuuraa 42: 11, Al An’aam 6: 163, Al Mukminuun 23: 91, An Nahl 16: 51, An Nisaa 4: 35 dan lain-lain.

Penolakan Bibel terhadap doktrin Trinitas

Sorotan Al Qur’an terhadap kepalsuan doktrin Trinitas itu makin terbukti kebenarannya dengan masih banyaknya ayat-ayat dalam Bibel yang mengajarkan konsep Tauhid (monoteisme) yang diajarkan para nabi.
Tauhid Nabi Musa:
- “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia” (Ulangan 4: 35).
- “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 4: 39).
- “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 6: 4).
- “Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku” (Ulangan 32: 39).
- Tauhid Nabi Daud: “Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami” (II Samuel 7: 22).
- “Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat” (Mazmur 86: 8).
- Tauhid Nabi Sulaiman: “Ya Tuhan, Allah Israel ! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah” (I Raja-raja 8: 23).
- Tauhid Nabi Yesaya: “Demikian firman TUHAN: “Dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripada-Ku” (Yesaya 43: 10-11).
- “Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain daripada-Ku” (Yesaya 44: 6).
- “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah” (Yesaya 45: 5-6).
- “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain” (Yesaya 45: 18).
- “Bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46: 9).
- Tauhid Nabi Isa as: “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12: 29).
- “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17: 3).

Bukti keganjilan doktrin Trinitas

Doktrin Trinitas terdiri dari tiga pribadi yang setara, sehakekat, sekehendak, satu zat, tidak bercampur, tidak berpisah dan tidak berasal mula yaitu Allah Bapak, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus.
Tanpa banyak komentar, fakta-fakta berikut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Roh Kudus itu tidak sama (berbeda) satu sama lainnya.
Pertama. Menghujat Allah Bapa dan Allah Anak (Yesus) masih bisa diampuni, tapi menghujat Roh Kudus tak berampun. Ini membuktikan bahwa Allah Bapa dan Yesus tidak sama dengan Roh Kudus.
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal” (Markus 3: 28-29).
“Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni” (Lukas 12: 10).
Kedua. Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Roh Kudus turun seperti burung merpati dan Allah berfirman dari langit. Di sini ada tiga ujud pribadi yang berbeda, yaitu manusia Yesus, burung merpati Roh Kudus dan suara Allah. Jelaslah bahwa Allah, Yesus dan Roh Kudus bukan pribadi yang sama, sezat dan sehakekat.
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan dia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan” (Matius 3: 17; Markus 1: 11 dan Lukas 3:22).
sumber : forum.swaramuslim.net

Pengertian “Anak” Dalam Al Kitab

Dalam Bible yang menyebutkan bahwa “Yesus Anak Allah adalah:
1. MATIUS: 2:15, 3:17, 4:3&6,14:33, 26:63,16:17
2. JOHANES: 1:34&40, 3:16, 15:23, 16:27&30, 17:1, 19:7
3. LUKAS : 1:32&35, 3:22, 4:3&9, 4:34&41
4. RUM : 1:9, 5:10, 8:3, 29:32
5. GALATIA : 1:16, 4:4&6
6. IBRANI: 1:2,5&8, 3:6, 4:14, 5:5&8
7. KORINTUS 1:9
Masih ada beberapa ayat dalam Bible yg menyebutkan bahwa Yesus anak Allah, akan tetapi bukan “Anak” dalam arti sebenarnya, Karena Yesus sendiri mengaku dalam Bible bahwa ia adalah UTUSAN ALLAH.
JOHANES 5:30
“Maka aku tidak boleh berbuat suatu apa dari mauku sendiri, seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku ituj adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yg sudah MENGUTUS aku”.
JOHANES 12:45
“Dan barang siapa yg melihat aku, dia melihat sama Dia yg MENGUTUS aku“.
JOHANNES 17:21
„Supaya semua jadi satu, ia Bapa, seperti Bapa dalam saya, dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah MENGUTUS aku.“
YAHYA 17:8
„ Karena segala firman yg telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari adaMu, dan lagi mereka percaya bahwa Engkau yg MENYURUH aku“.
YAHYA 5:30
„Suatupun tidak aku dapat berbuat sekehendakku sendiri, malainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yga aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yg MENYURUH aku“.
MATIUS 15:24
„Maka jawab Yesus katanya,“Tiadalah aku DISURUHKAN yg lain hanya kepada segala domba yg sesat diantara bani Israil“.
Beberapa ayat Bible menyebut Yesus anak Allah:
JOHANES 1:34
“Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yg dia inilah anak Allah”.
MATIUS 3:17
“Maka suara dari langit mengatakan:”inilah anakKu yg Ku kasihi kepadanyapun Aku berkenan”.
LUKAS 1:32
“Maka ia akan menjadi besar, dan ia akan dikatakan Anak Allah yg Maha Tinggi, maka Allah Tuhan kita, akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu”.
IBRANI 4:14
“ Sedangkan ada kepada kita seorang imam Mahabesar yg sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu”.
Sebagaimana kita sering mendengar kata : Anak Sekolah, Anak Kos, Anak Murid, Anak Buah, Anak Negeri BUKANLAH berarti sekolah, kos, murid, buah atau negeri yg punya anak.
Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” diperuntukkan buat Tuhan, Sedangkan kata “Anak” diperuntukkan buat orang yg dihormati seperti Nabi
MATIUS 16:27
“Karena anak manusia datang dgn kemuliaan Bapanya beserta dgn segala malaikatNya; pada masa itu ia akan membala kepada tiap orang menurut pebuatannya”.
MATIUS 5:9
[/i]“Berbahagialah segala orang yg mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak2 Allah“.
Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yg mendamaikan manusia pun menjadi anak2 Allah juga. Jadi bukan Yesus saja anak Allah, tetapi ada terlalu banyak.
KELUARAN 4:22
[i]“Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian:”Inilah Firman Tuhan: Bahwa bani Israil itulah anakKu laki2, yaitu anakKu yg sulung”.
YEREMIA 31:9
“Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yg sulung”.
MATIUS 5:45
“Supaya kamu menjadi anak2 Bapamu yg di surga…”.
MATIUS 26:2
“Anak manusia akan diserahkan supaya disalib”.
MATIUS 7:21
“Bukannya tiap2 orang yg menyeru aku Tuhan,Tuhan, akan masuk ke dalam kerajan sorga, hanyalah orang2 yg melakukan kehendak Bapaku yg disorga”.
YAHYA 3:13
“Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali ia yga sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.
Semoga topik ini menjadi bahan wacana bagi Muslimin dan Muslimat guna menguatkan akidah kita masing-masing.

Kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang bertuhan ESA menjadi Trinitas

Berbagai pertanyaan yang sering: Muncul, Kenapa Natal Jatuh pada 25 Desember. Padahal menurut Tahun Masehi Yesus itu terlahir pada tanggal 01 Januari Tahun 0000. Ini yang sulit diterima, dan bahkan menimbulkan perpecahan di kalangan Umat Kristen. Ada sebagian yang merayakan Natal Tanggal 01 Januari dan Ada yang merayakan tanggal 25 Desember. Berikut ada artikel yang memuat kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang Bertuhan Esa dan berubah menjadi Trinitas.
12 M Tersurat dalam Yohanes 20:17 … “Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”
57 M Paulus menulis “Tiada ada Allah lain, melainkan Yang Satu. Bagi kita hanya ada satu Allah, Sang Bapa, dan satu Yesus Kristus.”
96 M Clement I (Clemens Romanus), 88 – 97, uskup Roma, menulis “Kristus diutus oleh Tuhan dan para apostel (rasul) diutus oleh Kristus.”
120 M Rukun Iman para apostel (Apostles’ Creed) mulai dikenal Gereja. Bunyinya “Saya percaya akan Allah, Sang Bapa Yang Maha Kuasa.”

150 M Justin Martyr (juga dikenal dengan Justinus si Ahli Filsafah), kelahiran Syikhem di Palestina,
100 – 165 M, dengan ajaran Platonisme mulai merusak kesederhanaan Nasrani. Beliau adalah guru-besar Platonisme dan kemudian masuk Kristen tanpa membuang Platonisme, sebab perpaduan maka beliau dihukum mati.
170 M Kata “Trias” pertama kali terdapat dalam literatur Nasara.
200 M Kata “Trinitas” pertama kali digunakan oleh Tertullianus, seorang penulis tarikh gereja.
230 M Origines gelar Adamantios, kelahiran Iskandaria
185-254 M, bapa Gereja, dan penulis Gereja, menentang doa-doa ditujukan kepada Kristus.
260 M Sabellius, guru Nasrani, mengajar: Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus adalah tiga nama untuk Tuhan yang sama.
300 M Bentuk Trinitas dan doa belum dikenal Gereja.
310 M Lactantius Firmianus, bapa Gereja, menulis “Kristus tidak pernah menamakan dirinya Tuhan.”
320 M Eusebius, ahli tarikh Gereja dan uskup Caesarea, dan kawan Arius
260 – 340 M, menulis “Kristus mengajar kita untuk menamakan bapanya Tuhan yang benar dan untuk beribadat kepadaNya.”
325 M Muktamar Iznik (Nicene Council) bersepakat menamakan Kristus “Allah dari Allah, Tuhan benar dari Tuhan benar.”
350 M Pertentangan-pertentangan hebat dalam Gereja perihal ajaran Trinitas.
370 M Doxology (puja-puji) bagi Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus, disusun dan disesalkan sebagai suatu bid’ah (novelty).
381 M Muktamar Konstantinopel (kini Istambul) menyempurnakan ajaran “tiga oknum dalam satuTuhan.”
383 M Kaisar Theodosius I Agung (379-395) mengancam akan menghukum semua yang tidak percaya dan tidak ibadat terhadap Trinitas.
496 M Firman Paus Gelasius I (492-496) menghukum Injil Barnabas.
Barnabas adalah pembina jemaah di Antakia (Antiok). TRINITAS tidak ada dalam Bible. Trinitas merupakan synthesis yang dihasilkan oleh Gereja. Hubungan dengan Trinitas dari bangsa-bangsa jahilliyah yang melahirkan Trinitas faham Gereja. Perpaduan ini memudahkan Gereja menasranikan bangsa-bangsa jahiliyah yang bertrinitas.
Prof. Dr. G.J. Vossius [18] menerangkan bahwa Trinitasnya:
Orang-orang Indian Amerika: OTKON, MESSOU dan ATAHAUATA.
Orang-orang Hindu: BRAHMA, VISYNU dan SIVA, yang dirupakan satu badan berkepala tiga.
Orang-orang Mesir Kuno: EICTON, CNEPH (DEMIURGUS) dan PHTHA atau PTAH.
Bangsa-bangsa Greka (Yunani):
a)Orpheus: PHANES, URANOS dan KRONOS.
b)Plato: AGATHON, NOUS dan PSUCHE.
c)Pythagoras: MONAD, NOUS dan PSUCHE.
Orang-orang Parsi: OROMASDES. MITHRAS dan ARIMENES
Orang-orang Rumawi Kuna: JUPITER, MINERVA dan JUNO, Amor ac Delicium, Jovis, yaitu Roh Suci. Orang-orang Skandinavia (Norse, Anglo-Saxon, Jerman). ODIN (OTHIN atau WODAN), HAENIR dan LODUR.

“BENANG MERAH” antara Alquran & Injil ttg Keesaan Allah SWT

BANDINGKAN:
Q.S AL-IKHLAS 1-4
Katakanlah: Sesungguhnya Allah Dia (Tuhan) Yang Maha Esa, Dan Allah tempat bergantung (sekalian mahluk). Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan. Dan seorangpun tidak ada yg setara dgn Dia.
Dengan
ULANGAN 4:35
Ucapan Yesus:”Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan Yang Esa tiadalah yg lain lagi”.
ULANGAN 6:4:
Ucapan Yesus:“Dengarkan olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, hua itu Esa adanya”.
MARKUS 12:29
Maka jawab Yesus kepadanya:“Hukum yg terutama inilah:dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah TuhanYang Esa“.
SAMUEL 7:22:
Ucapan Yesus:“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yg dapat disamakan dgn Engkau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yg telah kami dengar telinga kami“.
Bagaimana Surat Al-Ikhlas ayat 1 didukung oleh 3 ayat Bible yaitu: Ulangan 4:35,6:4 dan Markus 7:22, Serta ayat terakhir Surat Al-Ikhlas didukung oleh Samuel 7:22.
Dan Alquran menegaskan:
Q.S. AL MAA-IDAH :72:“Sesungguhnya telah kafir orang2 yg mengatakan:“Sesungguhnya Allah Dia adalah Al Masih putera Maryam,“Padahal Al Masih telah berkata (kepada mereka):“Hai Bani Israil Sembahlah Allah tuhanku dan tuhanmu“, sesungguhnnya barangsiapa yg mempersekutukan Allah dengan (sesuatu), maka sungguh Allah mengharamkan atasnya (masuk) sorga dan tempatnya hanya neraka.
Bandingkan dgn Ulangan 6:4 dan Markus 12:29
Perhatikan kata “SETARA” pada Surat Al-Ikhlas ayat 4 dgn kata “DISAMAKAN” pada SAMUEL 7:22
Dan Alkitab pun (Yesus menegaskan)
MATIUS 7:21
“Bukannya tiap2 orang yg menyeru aku Tuhan,Tuhan, akan masuk ke dalam kerajan sorga, hanyalah orang2 yg melakukan kehendak Bapaku yg disorga”.
Menurut saya, ini adalah salah satu bukti “benang merah” hubungan antara Alquran & Injil .
sumber :  http://forum.swaramuslim.net

Apakah Trinitas itu Suatu Misteri ?

Trinitas adalah tiga Tuhan dalam satu. Tuhan Allah adalah misteri. Tak seorang pun pernah melihat atau mengetahui seperti apa Tuhan itu. Yesus adalah manusia dengan tulang dan daging. Beliau hidup di dunia ini sebagai orang yang memiliki sejarah hidup. Roh Kudus adalah “Tuhan” ciptaan Konsili yang tidak dikenal di zaman Yesus.
“….kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus”. (Kis. 19:2)
Naskah Laut Mati yang di tulis di zaman Yesus tidak pernah menyebut tentang Roh Kudus yang di sembah.
Reverend Dr. Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Year of Yesus Revealed, 1992, hal 16, menjelaskan:
“Few believing Christians yet realize (for few scholar are yet adminitting) how many important doctrines are doe to be change radically, and how many others should eventually be eliminated when the Scroll are properly recognized and evaluated in relation to the New Testament. The very vulnerable doctrine of the Holly Spirit will have to go, as we shall see, and will take with it inevitably the doctrine of the Trinity, which was never in the Bible anyway”.
(Hanya sedikit pemeluk agama Kristen yang hingga saat ini menyadari (sebagaimana hanya sedikit para ilmuwan yang hingga saat ini mau mengakui), betapa banyak ajaran dasar agama Kristen yang harus dirubah secara radikal dan beberapa banyak lainnya yang harus di singkirkan (dari Alkitab) bila Naskah (Laut mati) diakui dan dipelajari dengan benar dalam hubungannya dengan Kitab Perjanjian Baru. Ajaran yang paling lemah dan harus di singkirkan adalah tentang Roh Kudus, sebagaimana yang terlihat (dalam Naskah Laut Mati), dan tanpa bisa dihindari, ajaran tentang Trinitas harus pula ikut tersingkir, karena sama sekali tidak pernah diajarkan dalam Alkitab)
Biarawati dan penulis kawakan Karen Armstrong dalam bukunya A History of God hal. 135, mengutip pernyataan Gregory of Nazianzus, tokoh pemikir Trinitas di abad ke IV yang menceritakan bagamana Roh Kudus yang tidak dikenal di zaman Yesus menimbulkan berbagai permasalahan ketika mulai diperkenalkan di abad ke IV.
“The Cappadocians were also anxious to develop the notion of the Holy Spirit, which they fe(t have been dealt with very perfunctorily at Nicea: `And we believe in the Holy Spirit’ seemed to have been added to Athanasius’s creed almost as an after thought. People were confused about the Holy spirit. Was it simply a synonym for God ar was it something more? `Some have conceived (the Holy Spirit) as an activity’, noted Gregory of Nazianzus, `some as a creature, some as God and some have been uncertain what to call him”.
(Golongan Cappadocian (Pendukung Trinitas) juga pusing untuk menetapkan pengertian Roh Kudus, yang dulu mereka sama sekali mengabaikannya pada Konsili di Nicea: `Dan Kami percaya kepada Roh Kudus’ nampaknya baru ditambahkan ke Credo Athanasius (di Necia) setelah dipikirkan kemudian. Masyarakat dibuat bingung tentang apa sesungguhnya Roh Kudus itu. Apakah ini sama dengan Tuhan ataukah sesuatu yang lain? `Sebagian orang menganggap (Roh Kudus) sebagai suatu kegiatan’, kata Gregory of Nazianzus, sebagian lagi menganggapnya makhluk, sebagian menganggapnya Tuhan, dan sebagian lagi tidak tahu mau menyebutnya apa).
Oleh karena itu untuk menyatakan bahwa Allah yang tidak tampak, manusia Yesus yang memiliki tulang dan daging dan Roh Kudus yang tidak pernah dikenal di zaman Yesus adalah suatu zat, memang dapat dianggap misteri yang artinya aneh bin ajaib. Doktrin ini membingungkan pencetusnya sendiri serta para agamawan Kristen. Mereka kesulitan menjelaskan ajaran penyembah berhala ini dalam konteks Kristen. Ujung-ujungnya mereka menetapkan doktrin Trinitas sebagai suatu misteri (Cave 1997).
Perhatikan bagaimana pengkuan jujur “Romonya” Trinitas, Athanasius, dalam buku The Decline and Fall of the Roman Empire yang ditulis oleh Edward Gibbon:
“Christian Theologian, the great Athanasius himself, has candidly confessed that whenever he forced his understanding to mediate on the divinity of the Logos, his toilsome and unavailing efforts recoiled on themselves; that the more he thought, the less he comprehend; and the more he wrote, the less capable was he expressing his thought”.
(Teolog besar Kristen Athanasius sendiri secara terbuka mengakui bahwa semakin dia memaksakan pengertiannya untuk menjelaskan ketuhanan Logos (Firman), segala daya dan upaya yang diusahakannya kandas dengan sendirinya; bahwa semakin dia berfikir, semakin dia kurang memahami; semakin banyak penulis, semakin kurang kemampuan menjelaskan jalan pikirannya).
Baru saja Athanasius mencoba memformulasikan hubungan Yesus sebagai Logos (Firman) penyembah berhala dengan Tuhan Allah, dia sudah pusing. Belum lagi di tambah dengan “Tuhan” Roh Kudus.
Monsignor Eugene Clark mengakui konsep Trinitas sulit dimengerti. Untuk itu menurut dia, sebaiknya konsep Trinitas diterima saja walaupun tidak dimengerti.
“God is one, God is three. Since there is nothing like this in creation, we cannot understand it, but anly accept it”
(Tuhan itu satu, Tuhan itu tiga. Karena tidak ada yang seperti ini di alam ini, sehingga kita terima saja walaupun kita tidak mengerti).
Hubungan ketiga oknum dalam Trinitas dengan susah payah diciptakan oleh Gereja di tengah-tengah pertentangan, kontroversi dan malah pertumpahan darah. Pemimpin Gereja terpaksa harus mengeluarkan pernyataan untuk menerima ajaran Kristen tanpa harus menyelidikinya. Uskup Agung Anslem, pemimpin Gereja di Canterbury (1093-1109) dalam bukunya Prosologian I, mengatakan:
“For 1 am not seeking to understand in order to believe, but 1 believe in order that 1 may understand”
(Saya tidak perlu mengerti untuk percaya, tetapi saya percaya agar saya mengerti).
Selanjutnya dalam bukunya Cur Deus Homo 1:2 dia menjelaskan urut-urutan menerima ajaran yang misterius dalam Kristen :
” The correct order is to believe the deep thing of Christian faith before undertaking to discuss them by reason……so that even though 1 totally unable to understand it, nothing could shake the constancy of my belief.”
(Urutan yang tepat adalah meyakini keimanan Kristen secara mendalam lebih dahulu, baru kemudian mendiskusikannya berdasarkan akal sehat….dengan demikian, walaupun saya tidak mengerti sama sekali, tidak ada yang akan dapat mengguncang keteguhan iman saya).
Kalau sudah begini keadaannya, berarti tidak ada lagi jalan bagi mereka yang ingin mempertanyakan kebenaran suatu ajaran sebelum diyakini. Kalau yang diajarkan kepada kita adalah sesuatu yang salah, sekuat apa pun kita mengimaninya, ya, tetap saja salah, dan konsekwensinya kita akan dicampakkan ke dalam api neraka.
Kalau gereja sudah mengatakan demikian, sementara Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas, berarti kita diberi kesan seakan-akan Yesus sengaja menipu umatnya bani Israel, hanya untuk menyenangkan para penyembah berhala di kerajaan Romawi.
Mengapa umat Kristen dapat menerima ide yang tidak masuk akal ini?
Para penginjil menurut Dr. Bruce Goldbert dalam bukunya ” New Age Hypnosis” hal. 2, sudah terlatih dalam pemanfaatan jurus-jurus hipnotisme dan sugesti. Melalui teknik-teknik ini, dengan mudah mereka menaklukkan alam bawah sadar jemaat atau individu. Mereka menggunakan cara-cara ini untuk mencuci otak jemaat agar mudah memerima pesan-pesan, baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk akal, yang dikemas dengan retorika yang mempesona. Dengan cara ini mereka dapat membuat sesuatu yang tidak masuk akal seakan-akan masuk akal. Sementara jemaat yang sudah “berserah diri” hanya mampu menyahut ” Amin, Amin”. Gordon Urquhart dalam bukunya The Pope’s Armada, 1995, pada halaman belakang menjelaskan misi rahasia Kristen mencuci otak jemaat:
“The three most powerful of the ultra tradition-alist movement within the Catholic Church engage in secret initiation ceremonies, brainwashing techniques involving ego destruction, moral and spiritual intimidation and highly questionable, even dangerous psychtherapeutic practices.”
(Tiga kekuatan besar gerakan ultra-tradisional dalam Kristen Katolik, terlibat dalam upacara rahasia penerimaan anggota, teknik cuci otak termasuk penghancuran pribadi seseorang, intimidasi moral dan spiritual serta praktek­praktek pengobatan spiritual yang tidak lazim dan malah berbahaya).
Tertullian dalam bukunya “The Flesh of Christ”, hal. 5, memainkan jurus ini :
“The Son of God was crucified. 1 am not ashamed because it shameful. The Son of God died. It is credible because it is absurd. He was buried and rose again. It is certain because it is impossible”.
(Anak Tuhan di salib. Saya tidak malu karena ini memalukan. Anak Tuhan mati. Ini dipercaya karena tidak masuk akal. Dia dikuburkan dan bangkit kembali. Ini pasti karena tidak mungkin).
Mike Velarde, salah seorang pemimpin Kristen kharismatik di Filipina memperlihatkan keampuhan pengaruhnya terhadap lebih sejuta pengikutnya dilapangan Philippine International Convention Center dengan mengatakan bahwa mereka dapat memperoleh rejeki dari Tuhan dengan membalikkan payungnya keatas untuk menampung rejeki dari langit. Kemampuan Mike Velarde ini dikomentari oleh Pastor Robert Reyes di Harian Philippine Daily Inquirer terbitan 29 Desember 1999, hal. 9:
“Mike Velarde is better because he manages to fool poor people into believeing that he can make them rich. The people are desperate. Any promise that gives them hope to go for improved life, they’ll grab it”
(Mike Velarde lebih cerdik karena dia mampu memperdaya orang-orang miskin untuk percaya bahwa dia dapat membuat mereka menjadi kaya raya. Rakyat cukup menderita. (Oleh karena itu) setiap janji yang memberi mereka harapan untuk meningkatkan taraf hidup mereka, akan mereka rebut).

sumber :
Menapaktilasi Asal-usul Dogma Ketuhanan Kristen
Oleh : H.S. Munir,SKM. MPH.

Yesus tidak Mengajarkan Penebusan Dosa

Menurut keyakinan orang-orang Kristen, Yesus terlahir untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam as, menurut keyakinan tersebut, bila dosa yang dilakukan oleh Adam tidak ditebus, maka semua anak keturunan Adam as akan celaka, binasa dan berujung di neraka, artinya, menurut keyakinan tersebut, Yesus dilahirkan untuk menyelamatkan manusia dari akibat dosa yang pernah dilakukan oleh Adam as.
Dalam dua nomor yang lalu, telah kita bahas ketidak-mungkinan Yesus dijadikan korban penebusan dosa yang dikarenakan menurut Bible sendiri, ternyata Yesus telah menikah dan secara tidak langsung telah mengaku berdosa, di mana menurut doktrin tersebut, syarat sebagai penebus dosa haruslah seorang yang terbebas dari dosa dan tidak menikah.
Bila Yesus tidak memenuhi syarat sebagai korban penebus dosa, sementara doktrin penebusan dosa harus tetap berjalan, maka kuat indikasinya ajaran penebusan dosa hanyalah kebohongan belaka dan hanya berupa doktrin yang harus diyakini begitu saja tanpa bersumber pada keserasian fakta dan dalil.
Dan adanya kemiripan doktrin korban penebusan dosa dalam Kristen dengan korban persembahan nyawa kepada dewa-dewa oleh orang-orang pagan/musyrik, melahirkan dugaan bahwa doktrin penebusan dosa dalam Kristen bukanlah ajaran yang bersumber dari Allah atau Yesus, melainkan adopsi dari ajaran para penyembah berhala dan orang-orang musyrik.
Berangkat dari adanya indikasi kebohongan doktrin penebusan dosa dan adanya dugaan ajaran korban penebusan dosa sebagai hasil adopsi dari ajaran para penyembah berhala, maka tidak berlebihan bila dipertanyakan :
“Pernahkah Yesus sebagai tokoh sentral mengajarkan penebusan dosa ?”
Bagi umat Kristen, meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah sertifikat bagi keselamatan manusia keturunan Adam as agar terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka kelak. Meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah satu paket dengan meyakini Yesus telah menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib, hanya dengan keyakinan semacam itulah yang akan menjadikan Yesus sebagai juru selamat bagi mereka.
Secara ringkas, umat Kristen harus yakin, agar manusia dapat terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka haruslah meyakini Yesus terlahir ke dunia ini sebagai juru selamat dengan menebus dosa yang diwarisan oleh Adam as kepada anak cucunya dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.
Karena hal tersebut menyangkut kehidupan yang kekal nanti setelah hari kiamat, yaitu kekal di dalam neraka atau kekal di dalam sorga, maka harus dapat dipastikan oleh umat Kristiani, benarkah Yesus menjamin keselamatan manusia dengan meyakini dirinya sebagai korban penebusan dosa ?
Seperti halnya dengan sebuah jaminan lainnya, misal, bisa saja sebuah BANK mengatakan atau mendoktrin nasabahnya bahwa para nasabah di BANK tersebut segala resiko yang akan terjadi pada dananya, akan di jamin oleh pemerintah, sehingga tidak perlu kuatir akan keselamatan dananya.
Apakah nasabah boleh percaya begitu saja dengan jaminan tersebut agar hatinya tentram ?, tentu saja tidak, agar nasabah dapat yakin dengan seyakin-yakinnya bukan yakin karena ra-yuan dan kelihaian para sales BANK, maka para nasabah harus memperoleh pernyataan jaminan yang betul-betul dari pemerintah, bila memang ada pernyataan tersebut, barulah para nasabah tersebut boleh merasa tentram dengan kepercayaannya kepada BANK tempat dia menabung, bila tidak, maka keyakinanannya adalah keyakinan semu yang terbentuk hanya karena rayuan sang sales BANK.
Begitu juga dengan umat Kristiani, karena meyakini Yesus sebagai juru selamat dengan menebus dosa warisan dan mati di tiang salib menyangkut hal yang yang sangat luar biasa besarnya yaitu tentang kehidupan akhir yang kekal berada di dalam sorga atau di dalam neraka dan tidak dapat kembali lagi ke dunia fana ini untuk memperbaiki keyakinannya, maka sudah sepaatutnya diperlukan jaminan langsung dari Yesus atau Allah yang menyatakan Yesus adalah juru selamat bagi manusia yang percaya Yesus terlahir ke dunia adalah untuk menebus dosa dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.
Adakah jaminan tersebut sehingga manusia harus percaya dan yakin ??
Dari penelusuran ALKITAB, ternyata sejak zaman Adam as hingga zaman sebelum kelahiran Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari para nabi dan orang-orang suci tentang adanya dosa warisan dan adanya keharusan untuk menebusnya, begitu juga pada masa mulai kelahiran Yesus dan dakwah Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari Yesus tentang adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, ajaran tersebut baru ada jauh setelah masa dakwah Yesus.
Ajaran dan doktrin penebusan dosa, nampaknya sebagai sinkritisme/gabungan dari ajaran orang-orang musyrik penyembah berhala dengan peristiwa penyaliban yang diyakini mereka sebagai penyaliban Yesus, di mana orang-orang musyrik telah mempunyai ajaran yang harus menyerahkan korban tebusan kepada dewa agar mereka selamat dari bencana alam dan mendapat berkah dari alam, kemudian mereka melihat sosok Yesus yang menurut informasi yang mereka terima Yesus telah mati di tiang salib, dan Yesus adalah orang suci yang tidak pernah berdosa dan tidak pernah menikah sehingga sosok Yesus adalah sosok yang paling pantas sebagai korban persembahan kepada dewa. Maka lahir ajaran baru ten-tang keselamatan manusia yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Maka tidak heran bila hari Natal umat Kristiani justru tepat pada hari kelahiran dewa matahari dan jauh dengan tanggal kelahiran Yesus.
Keselamatan Menurut Yesus
Sebelum masa dakwah Yesus yaitu yang oleh orang-orang Kristen disebut sebagai zaman Taurat, orang-orang zaman Taurat mengenal ajaran keselamatan adalah dengan mempercayai Allah sebagai Tuhan satu-satunya, sebagai juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus satu-satunya.
…..Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!
Yesaya 45:21
….supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.“
Yesaya 49:26
……tetapi Aku adalah Tuhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.
Hosea 13:4
Mereka sama sekali tidak pernah diajarkan ten-tang penebusan dosa Adam as. untuk memperoleh keselamatan dan sama sekali tidak pernah di ajarkan tentang adanya dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam as.
Satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan meyakini bahwa Allah SWT adalah tuhan satu-satunya, juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus dosa satu-satunya atau sebagai Tuhan yang Maha pemgampun satu-satunya.
Mereka juga diajarkan bahwa dosa tidak diwariskan anak keturunannya, dan mereka diajarkan bahwa untuk menebus itu semua mereka harus bertaubat.
20. Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
21. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
22. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
23. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
Yehezkial 18:20-23
Seperti itu juga ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Yesus kepada kaumnya. Yesus sama sekali tidak pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, sehingga Yesus sama sekali tidak mengajarkan dirinya terlahir ke dunia ini untuk menebus dosa dan harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.
Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus :
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:
Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus harus mentaati hukum Taurat, Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.
Di dalam Injil yang dikarang oleh Yohanes pasal 17:3, dikisahkan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga, seseorang harus mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar dan mengimani Yesus sebagai utusannya, juga tidak disinggung sedikitpun harus meyakini Yesus terlahir sebagai penebus dosa dan juga adanya dosa warisan, begitupun juga dalam Injil karangan-karangan lainnya.
Dalam masa-masa akhir dakwah Yesus, Injil karangan Yohanes pasal 17:6 dikisahkan Yesus bermunajat kepada Allah SWT :
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepaa-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Artinya, Yesus telah mengajarkan seluruh dari apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT kepada Yesus, dan tidak satupun Injil yang mencatat bahwa Yesus pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya dan mengajarkan dirinya sebagai korban penebusan dosa tersebut, yang ada adalah ajaran Yesus kepada kaumnya yang harus menuruti Firman Allah SWT.
Bila demikian adanya, berarti keyakinan Yesus terlahir ke dunia ini sebagai korban penebusan dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam as yang harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib adalah keyakinan yang terbentuk oleh kelihaian para misionaris seperti layaknya para sales BANK yang lihai meyakinkan nasabahnya bahwa semua dananya dijamin oleh pemerintah padahal tidak ada bukti pernyataan langsung dari pemerintah yang menjaminnya, tahu-tahu seperti kasus BANK di Bandung yang telah berhasil mengelabuhi banyak nasabah dan yang didapat nasabah hanyalah penyesalan belaka.
Kalau memang Yesus betul-betul menjamin keselamatan manusia dari kebinasaan kekal di dalam neraka dengan percaya Yesus sebagai korban penebusan dosa, semestinya ada pernyataan langsung dari Yesus sebagai penjaminnya, bukan dari orang lain, apalagi orang lain itu bukan murid Yesus dan hanya mengaku-ngaku pernah ditemui Yesus dalam bentuk Roh jauh setelah Yesus tidak ada di bumi, apakah menunggu di akhirat untuk membuktikan adanya jaminan tersebut ?.
source : al-islahonline.com

Ayat Alkitab Tentang Sex

Kebanyakan orang tentu mengetahui makna dari pesan berikut ini : Untuk 17 Tahun Ke atas.
yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah dewasa. Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya adanya adegan dewasa.
Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau su-dah dewasa, alasannya, ayat-ayat tersebut dinilai dapat memberikan efek bio-logis dan psikologis pada orang-orang yang membacanya, maka perlu adanya seleksi pembaca yaitu 17 tahun ke atas atau sudah dewasa.
Karna alasan tersebut, ayat-ayat ini tidak pernah dibacakan dalam kebak-tian di gereja, tidak pernah dibacakan dihadapan sekumpulan orang, tidak pernah ditemui dalam kartu ucapan Natal atau kartu undangan perkawinan, dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan dalil. Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci bagian dari sebuah kitab suci.

Bagi orang tua yang mengetahui ayat-ayat tersebut, tentu akan menyem-bunyikan rapat-rapat dari jangkauan anak-anak, agar jangan sampai mereka membacanya, kekuatiran ini sangat beralasan karena adanya efek biologis dan psikologis pada anak, yang dapat menyebabkan kedewasaan dini.
Mari kita lihat ayat-ayat tersebut mengapa bisa demikian ?, dan untuk adik-adik di bawah 17 tahun sebaiknya tidak membaca artikel ini.
Kitab Kidung Agung
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5
Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8
Ayat-ayat di atas terdapat dalam kitab yang dinamakan sebagai kitab Kidung Agung, kitab ini terdapat dalam Bible/Alkitab yaitu kitab ke-22, Ayat-ayat dalam Kidung Agung berbentuk syair atau puisi yang di atas namakan buatan raja Solomon. Namun penisbahan ini sama sekali tidak tepat, karena orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengetahui siapa penulis kitab ini dan untuk apa kitab ini ditulis. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang memuja cinta demi cinta dan untuk cinta.
Dalam Tafsir Alkitab Perjanjian Lama yang diter-bitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia halaman 502, disebutkan, kitab Kidung Agung ini sangat diragukan sebagai kitab suci dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah suci, hukum-hukum atau nabi-nabi. orang-orang Yahudi sendiri sangat ragu-ragu memasukkan kitab ini sebagai kitab suci. Namun umat Kristiani secara bulat menerima Kidung Agung sebagai kitab suci.
Ayat-ayat tersebut dilihat dari teksnya, berisi puisi-puisi cinta yang penuh gairah, yang tentu tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun ke bawah dan sangat tidak mungkin diba-cakan dalam gereja yang jemaatnya terdiri dari laki-laki dan perempuan, siapapun dapat menerka apa yang terjadi bila ayat-ayat tersebut dibacakan di dalam kebaktian di dalam gereja.
Bahkan Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1562 oleh lembaga inkuisi karena menyusun sebuah terjemahan Kidung Agung yang asli dari kitab berba-hasa Ibrani, tentu saja karena isinya terlalu vulgar. Ayat-ayat yang saya kutipkan di atas adalah dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2004 yang isinya sudah diperhalus yang disesuaikan dengan adat ketimuran.
Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya ? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitakan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti aslinya. Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi. ?????
Pertanyaannya, apakah pantas ayat-ayat ter-sebut yang membangkitkan gairah dan fantasi dimasukkan sebagai ayat-ayat suci ?, Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ??
KITAB YEHEZKIEL
Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19
Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10
Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21
Yehezkiel 23:19-21
Kisah tersebut di atas terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab ke-26 dalam Alkitab. Semua ayat dalam kitab tersebut, di klaim sebagai ajaran seseorang yang bernama Yehezkiel, menurut iman Kristiani Yehezkiel adalah seorang nabi yang hidup pada tahun 593 SM. Ajaran-ajaran Yehezkiel dibukukan dalam sebuah kitab yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya sendiri.
Sekarang mari kita kembali kepada teks ayat di atas. Kalau kita amati, ternyata isinya jauh lebih vulgar dari ayat-ayat dalam kitab Kidung Agung, bahkan ada kecondongan kasar dan sangat tidak pantas bagi bahasa ketimuran.
Kalimat ?zakarnya seperti zakar kuda? dan ?meme-gang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu? betul-betuli sulit diterima akal bila dima-sukkan dalam ayat-ayat suci, kata-kata dalam ka-limat itu lebih condong atau lebih tepat disebut se-bagai untaian kata-kata sensual dan erotis bahkan menurut adat ketimuran, bila ada seseorang yang mengatakan seperti kata-kata itu, maka masyara-kat akan mengatakan dia berkata-kata kotor.
Ayat-ayat yang saya contohkan di atas ada-lah ayat-ayat yang saya ambil dari Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004, ayat-ayat terse-but sudah mengalami revisi yang cukup banyak guna menghilangkan kesan sensual, erotis dan ko-tor. Padahal kalau ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci firman Tuhan, untuk apa lagi harus dirubah-rubah, bukankah Tuhan jauh lebih sempurna dalam memilihkan kalimat dari pada manusia ?
Mari kita lihat ayat-ayat tersebut pada Alki-tab terbitan LAI tahun 1970,
Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.20 Yehezkiel 23:20
Kalimat yang bergaris bawah pada ayat tersebut yaitu pelirnya seperti pelir keledai telah diperhalus menjadi auratnya seperti aurat keledai pada Alkitab terbitan LAI 2004, padahal kata pelir dan aurat memiliki arti yang sangat berbeda, tentu saja pe-rubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan kasar dan kotor, tetapi perubahan tersebut memberikan efek perubahan makna. Dan ini melanggar larangan yang terdapat dalam Alkitab :
Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12:32
Kalau ayat-ayat itu adalah firman Tuhan, untuk apalagi harus dirubah-rubah, apakah manusia lebih sempurna dari Tuhan dalam hal bertata-ba-hasa ?, tetapi kalau itu firman Tuhan mengapa kalimatnya sangat mengganggu norma-norma ketimuran, apakah Tuhan tidak tahu bahwa firmannya tidak cocok untuk orang timur, pasti tidak mungkin, karena Tuhan Maha Mengetahui. Bahkan di baratpun ayat-ayat tersebut juga mendapat kritikan karena dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.
Para penginjil Bandung sangat risih dengan ayat-ayat yang demikian, sehingga perlu merevisi ayat-ayat tersebut agar layak untuk dibaca, hasil-nya sebagai berikut :
Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20
Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21
Yehezkiel 23:20-21, Penerbit Kalam Hidup Bandung
Hasil revisi tersebut cukup mengagumkan, sopan, halus dan lembut, cukup seimbang dengan nilai-nilai ketimuran. Namun sayang, sebagus apa-pun yang namanya merevisi firman Tuhan maka hasil yang didapat adalah bukan ayat yang asli lagi. Dan bagi pemeluk agama Kristen Bandung, harus rela dengan hilangnya ayat tersebut.
Ayat – ayat Yang Lain
Ayat-ayat berikut serupa bahasanya :
Kejadian 19:30-36 : Perzinahan ayah – anak
Kejadian 35:22 : Perzinahan ibu – anak
Kejadian 38:15-30 : Perzinahan ayah-menantu
2 Samuel 13:5-14 : Perzinahan kakak-adik
2 Samuel 16:21-23 : Anak memperkosa Ibu
Yehezkiel 16:23-24 : Pelacur tak pernah puas
Amsal 7:7-22 : Istri berselingkuh
Hakim-hakim 16:1 : Berzinah dengan sundal
Komenter – komentar dari Pihak Kristen Sendiri
George Bernard Shaw
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat :
?Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah?
The Plain Truth, Oktober 1977
?Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor?
Majalah Time 31 Maret 2001
?Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme?
Romo Don Bruno Maggioni
?Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia?
AL-QUR?AN LEMBUT DAN SANTUN
Penggambaran Cinta
Al-Qur?an memberikan gambaran cinta dan kasih dengan bahasa yang indah, santun dan mudah dimengerti makna dan hikmanya :
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, QS. 56:35-37
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan Sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. QS. 30:21
Ayat QS. 30:21 seringkali dicantumkan dalam kartu undangan pernikahan, tanpa tafsiran, hal ini menunjukkan ayat ini indah, sopan dan mudah dimengerti. Bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung, cari kartu undangan perkawinan orang Kristen yang memuat ayat ini, pasti tidak ada, karena akan dinilai tidak sopan, vulgar dan tidak ada makna apa-apa yang dapat diambil dari ayat-ayat Kidung Agung.
Penggambaran Hubungan suami-Istri
Al-Qur?an telah mengatur kehidupan suami istri dengan bahasa yang mudah, lembut, santun dan indah, walaupun tanpa kevulgaran namun sangat mudah untuk dipahami maksudnya :
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:”Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu?. QS. 2:222
Allah SWT memilihkan kata mendekati dan mencampuri untuk mewakili kata berhubungan badan, siapapun dapat mengerti maksud ayat tersebut dan mengambil pelajarannya, mudah, lembut, santun, indah dan tidak vulgar. Mari kita lihat lagi firman Allah SWT yang menggambarkan kebolehan menggunakan metode apa saja untuk hubungan suami istri :
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki?.. QS. 2:223
Sebuah kalimat yang lembut dan santun, memberikan gambaran yang indah, yang sangat menghargai wanita dan laki-laki, yang wanita merasa seperti sawah yang memberikan manfaat bagi kehidupan, dan yang laki-laki merasa mempunyai kebebasan yang luas untuk bercocok tanam. Tidak ada keharmonisan yang seindah keharmonisan antara petani dengan sawahnya. Begitulah firman Allah SWT mengalir begitu indah bersama hikmahnya, tidak ada satu katapun yang tidak mempunyai arti.
Sekarang bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung dan Yeheskiel 23:19-21, apakah ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ?, dan bagaimana dengan cara penyajian bahasanya ? indah ? lembut ? atau vulgar dan kasar ?.
Sampai di sini uraian kami, semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga kita, amin.
Sumber : Buletin al-islah edisi 24

Kontradiksi Hukum Zina dalam Al-Kitab


Zina menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah Persetubuhan yang dilakukan oleh bukan suami istri, menurut Kamus Islam zina artinya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan; tindakan pelacuran atau melacur, dan menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini zina artinya hubungan seksual yang tidak diakui oleh masyarakat.
Zina merupakan perbuatan amoral, munkar dan berakibat sangat buruk bagi pelaku dan masyarakat, sehingga Allah mengingatkan agar hambanya terhindar dari perzinahan :
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. QS. 17:32
Allah juga memberikan jalan untuk menghindari perzinahan yaitu dengan berpuasa, menjaga pandangan dan memakai Jilbab bagi perempuan, dan Allah juga memberikan ancaman yang luar biasa bagi pelaku zina agar hambanya takut untuk melakukan zina :
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. QS. 24:2
Maka ketika hukum Islam dijalankan, hasilnya sangat fantastis, perbuatan zina dan amoral betul-betul sangat minim dan masyarakatnya menjadi masyarakat yang baik. Amatilah dengan teliti dan obyektif sejak pemerintahan Rasulullah SAW hingga saat ini, ketika diterapkan hukum Islam secara utuh, maka terciptalah masyarakat yang baik.
Tetapi bila kita menengok hukum zina dalam Alkitab, yang tampak adalah adanya kontradiksi antara keras hukumannya dan tidak dihukum.

Dalil 1 : Yesus Melarang Berzina

Yesus bersabda Jangan berzina, yang di-kutip dari sepuluh (10) perintah Tuhan dalam kitab Taurat tepatnya Keluaran 20:14, kemudian Yesus juga memberikan peringatan agar umatnya tidak berbuat zina :
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu de-ngan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29
Peringatan Yesus tersebut memberikan arti kuat bahwa betapa sangat dilarangnya perbuatan zina, seseorang yang memandang perempuan dan tertarik maka oleh Yesus dikatakan sudah berbuat zina di dalam hatinya, dan menurut beberapa tafsir Alkitab, berkeinginan untuk berbuat zina sudah sama sifatnya dengan berzina.
Masih menurut sabda Yesus, bahwa mencungkil mata dan membuangnya adalah jauh lebih baik daripada mata kita menyebabkan kita memandang perempuan yang kemudian berkeinginan untuk berbuat zina, karena mata adalah salah satu pintu masuk bagi pikiran jahat. Mencungkil mata adalah simbolik agar kita mencegah untuk memandang perempuan yang bisa mencampakkan seluruh tubuh kita ke neraka.
Saya kira peringatan Yesus tersebut senada dengan peringatan dalam Al-Qur?an agar kita tidak berbuat zina, namun Al-Qur?an lebih realistis agar manusia tidak terjerumus ke dalam perbuatan zina, Allah memperingatkan jangan dekati zina dan bagi perempuan diperintahkan menutup auratnya, agar mata laki-laki tidak tersesat memandangnya, harus diakui bahwa banyak sekali kejahatan seksual bermula dari mata, entah melihat wanita berpakaian minim dan seksi ataupun melihat VCD porno.
Dalil 2 : Yesus Membiarkan Pezina
Suatu ketika ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi datang menemui Yesus untuk menyerahkan seorang wanita yang tertangkap basah berbuat zina :
“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia se-dang berbuat zinah. Yohanes 8:4
Mereka terus mendesak Yesus agar menghukum wanita tersebut sesuai hukum Taurat yaitu dilempari batu sampai mati, namun Yesus menolak dan balik berkata kepada mereka :
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendak-lah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.? Yohanes 8:7
mendengar perkataan Yesus tersebut, satu-per-satu mereka mulai meninggalkan Yesus dan wanita pelacur tersebut, karena mereka merasa tidak seorangpun yang tidak berdosa. Maka tinggallah berdua Yesus dan wanita pezina itu, lalu Yesus berkata kepadanya :
“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yohanes 8:10
Sikap Yesus tidak melaksanakan hukuman sesuai hukum Taurat melahirkan tanda tanya besar, karena Yesus sendiri pernah bersabda :
” Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.? Matius 5:17
dan hukum Taurat yang dimaksud adalah :
Ulangan 17:5
Apakah Yesus tidak konsisten dengan ucapannya sendiri ? tidak mungkin, atau karena Yesus merasa dirinya sebagai orang yang berdosa sehingga ia tidak mau menghukum wanita itu ? tidak mungkin juga, karena hal ini berarti menuduh Yesus mempunyai dosa (karena menurut iman KristenYesus adalah manusia suci tanpa dosa), kalau semua itu tidak mungkin, lalu mana yang mungkin ? apakah kisah tersebut palsu ?? mungkin saja, tetapi sementara ini kita menganggap kisah tersebut asli.
Dalil 3 : Yesus Berduaan Dengan Pezina
Suatu ketika Yesus duduk di sebuah pinggiran sumur dari perjalanan yang meletihkan, dan murid-muridnya pergi ke kota untuk membeli makanan. Kira-kira pukul dua belas siang datanglah seorang wanita untuk mengambil air di sumur itu, lalu berkatalah Yesus kepadanya :
“Berilah Aku minum.” Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Yohanes 4:7,9
pembicaraanpun berlanjut cukup lama antara Yesus dan wanita tersebut yang tidak disertai murid-muridnya, mereka hanya berdua di sumur yang jauh dari rumah penduduk. Dan ternnyata wanita tersebut adalah seorang pelacur yang mempunyai lima (5) orang suami dan sedang menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya :
Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata bena. Yohanes 4:17-18
Tentu saja wanita tersebut sangat menarik secara seksual, karena wanita tersebut sampai mempunyai lima (5) orang suami di tambah lagi dia mampu menjalin asmara dengan laki-laki lain yang bukan suaminya. Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah, mungkinkah Yesus berdua-duaan dengan wanita pezina ? Dan apakah mungkin Yesus tidak memandang wanita yang sedang bercakap-cakap dengannya ? Tentu ti-dak mungkin, karena Yesus pernah bersabda :
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu. Matius 5:28-29
Apakah Yesus lupa akan sabdanya ? tentu tidak mungkin, atau Yesus tidak konsisten dengan sabdanya ? tidak mungkin, atau Yesus tidak mau menjaga pandangannya ? tidak mungkin.
Dalil 4 : Yesus Diciumi Kakinya oleh Pezina
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Lukas 7:36
Lalu datanglah seorang perempuan pelacur terkenal yang penuh dosa dari kota itu menemui Yesus dengan membawa buli-buli pualam yang berisi minyak wangi, sambil menangis wanita itu bersimpuh dekat Yesus, dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyeka dengan rambutnya, kemudian wanita tersebut menciumi kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak yang dibawanya, lalu Yesus berkata kepada Simon orang yang mengundangnya :
“Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasahi kakiKu dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. Engkau tidak meminyaki kepalaKu dengan minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. Lukas 7:44-47
Pertanyaan besar yang muncul, mungkinkah Yesus mau diciumi kakinya oleh seorang pelacur, diseka kakinya dengan rambut pelacur tersebut dan diminyaki rambutnya oleh seorang pelacur, sebagai bukti pertobatan pelacur tersebut dari dosa perzinahan ??
Hal ini jauh lebih membahayakan dari pada hanya sekedar memandang, apakah mungkin Yesus tidak ada ketertarikan pada wanita tersebut ketika diciumi kakinya ? Katakanlah tidak ada, mengapa Yesus memberikan contoh demikian ? Bolehkah muridnya atau umatnya melakukan hal yang sama asal tidak terangsang ? Mungkinkah kisah ini sebagai kisah yang tidak pernah dialami oleh Yesus dengan kata lain kisah tersebut adalah kisah palsu ? menurut hemat saya, kisah tersebut sangat kontradiktif dengan ajaran Yesus yang melarang memandang perempuan apalagi diciumi kakinya.
Bagaimana Al-Kitab Mengatasi Perzinahan ?
Dalil 1, Yesus mengajarkan agar seseorang menghindari perzinahan, bahkan secara simbolik Yesus memerintahkan mencungkil mata dan membuangnya bila matanya mengakibatkan tertarik pada seorang perempuan dan mempunyai keinginan untuk melakukannya, memang banyak kejahatan seksual bermula dari pandangan mata. Islam memberikan solusi yang lebih indah :
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. QS. 24:30
Kemudian Allah memberikan petunjuknya, agar kita mendapatkan kemudahan menghindari pan-dangan yang mengundang hasrat seksual :
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min :” Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. 33:59
Dalil 2, Pada dalil kedua Yesus membiarkan seseorang yang tertangkap basah berbuat Zinah, yang semestinya Yesus harus menghukumnya sesuai hukum Taurat, karena Yesus dan umatnya tunduk di bawah hukum Taurat, tetapi Yesus membiarkannya dengan alasan tidak ada orang yang berhak untuk menghukuminya, karena yang boleh menghukumi seorang pezinah adalah orang yang tidak berdosa. Tentu saja sikap ini memberikan peluang yang sangat lebar bagi pezina untuk berbuat zina, karena tidak ada seorangpun yang dapat menghukumi pezina kecuali orang yang tidak berdosa. Dan memang tidak ada orang yang tidak berdosa.
Dalil 3, Pada dalil ini Yesus memberikan contoh yang sangat tidak baik, yaitu berdua-duaan dengan seorang perempuan pelacur, padahal Yesus sebelumnya bersabda, untuk memandang saja jangan sampai dilakukan dan harus mencungkil matanya, lalu kalau berdua-duaan apakah mungkin untuk tidak memandang ? tidak mungkin bisa, apalagi perempuan tersebut memang seorang pelacur yang sangat digandrungi oleh laki-laki, suaminya lima dan dia mempunyai laki-laki lain yang bukan suaminya. Rasulullah SAW telah bersabda agar manusia terhindar dari zina :
?Maka janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya adalah Syetan? HR. Tirmidzi dan Ahmad
Dalil 4, Yesus kembali memberikan contoh yang tidak baik, yaitu membiarkan seorang pelacur menciumi kakinya dan membiarkan rambutnya diminyaki oleh wanita tersebut. Tentu perbuatan Yesus ini justru lebih mendekatkan kepada perzinaan daripada pandangan mata.
Dari ke-4 dalil tersebut, tidak mungkin ajaran Alkitab dapat mengatasi kehancuran moral karena perzinahan, anjuran baik perlu contoh yang baik dan hukuman untuk mencegahnya.

Rujukan :
1. Tafsir Injil Matius ? Penerbit Kanisius
2. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru ? Lembaga Biblika Indonesia – Penerbit Kanisius
3. Tafsiran Alkitab Masa Kini ? Penerbit Yayasan Bina Kasih / OMF
4. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini ? Penerbit Yayasan Bina Kasih / OMF

sumber : Buletin al-islah no. 20

Tuhan Mengutuk Israel, Kenapa Kristen Memberkati Israel

Kristologi
alt
Pekan ini, Komunitas “Pengikut Kristus Pendukung Israel” yang dikomandani Samuel Unggun Dahana menghebohkan umat Islam. Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung itu memprakarsai perayaan HUT Kemerdekaan Israel ke-63 (63rd Israel Independence Day Ceremony in Jakarta), tanggal 14 Mei 2011 di Jakarta. Meski Samuel Dahana gagal merayakan HUT Israel, tapi diam-diam kelompok Indonesia-Israel Public Affair Committee (IIPAC) merayakan HUT Israel di sebuah hotel di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Samuel mengaku, ia dan komunitas kristiani lainnya ingin merayakan HUT Israel karena doktrin mencintai Israel yang ditanamkan gereja berdasarkan ayat-ayat Alkitab (Bibel). Ayat Bibel yang mewajibkan umat Kristen untuk mencintai Israel adalah ayat berikut:

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:3).

Atas dasar ayat ini, Samuel dan pengikutnya meyakini bahwa bangsa Israel yang sekarang ini adalah bangsa yang dikasihi Tuhan alias “anak emas” Tuhan yang wajib diberkati dan didoakan, meskipun banyak orang di dunia mengutuk kebiadaban Israel di Palestina.

Dukungan Samuel terhadap Israel memang membabi buta. Dengan kacamata kuda bahwa ‘Israel adalah umat pilihan Tuhan’, ia hanya membaca tekstual ayat Bibel tanpa melihat ayat lainnya sembari mengabaikan fakta-fakta historis.

Padahal kalau mau berpikir objektif, tidak bisa disamakan begitu saja bangsa Israel yang tertuang dalam Bibel, dengan bangsa Israel saat ini. Bangsa Israel yang sekarang ini menjajah Palestina lebih bersifat politis daripada keagamaan.

Menurut Pendeta Dr Barnabas Ludji MTh, bangsa Israel yang sekarang ini adalah bangsa yang dulu tersebar di mana-mana, lalu mendirikan sebuah negara demokrasi, bukan theokrasi. Apalagi, tidak semua orang Israel yang sekarang ini percaya pada Alkitab, dan di Israel juga terjadi pembakaran gereja. Karena itu, dosen Perjanjian Lama STT Cipanas ini meminta umat Kristen untuk tidak mengindentifikasikan dirinya sama seperti Israel. Maka nas Kejadian 12:3 dan Bilangan 24:9 tidak bisa ditafsirkan secara harafiah, bahwa orang yang mengutuk Israel –karena tindakan Israel yang tidak manusiawi– maka akan menjadi orang yang terkutuk. (Reformata, Agustus 2010).

Apapun yang dilakukan bangsa Israel, Samuel dan para pengikutnya senantiasa memberkati dan mendoakan  Israel. Mereka tak peduli bahwa perilaku bangsa Israel terhadap Palestina yang menimbulkan banyak korban nyawa, adalah tindakan yang benar-benar bertentangan dengan karakter “bangsa pilihan Allah.”

Padahal pembunuhan adalah perbuatan terkutuk dosa besar yang tercantum Sepuluh Firman (The Ten Commandments).

"Jangan membunuh" (Keluaran 20:13 & Ulangan 5:17).

"Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!" (Ulangan 27:24).

Aneh jika Samuel Dahana dan umat Kristen lainnya tidak mau mengutuk bangsa Israel yang melakukan pembunuhan secara keji, biadab  dan tidak manusiawi terhadap Palestina, padahal Allah terang-terangan mengecam para pembunuh sebagai manusia terkutuk di mata-Nya.

Sebagai umat kristiani yang mengklaim sebagai agama kasih pengikut Yesus, sangat ironis jika Samuel dan komunitasnya lebih mencintai Israel yang hobi membunuh Palestina, padahal Yesus secara tegas menyatakan bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi sesama manusia.

“Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 22: 39-40).

Dengan fakta-fakta di atas, klaim Samuel dan komunitasnya yang mengaku pengikut agama kasih ajaran Yesus patut diragukan, bila mereka enggan mengutuk kebiadaban bangsa Israel yang banyak melakukan pembunuhan di muka bumi.

A. Ahmad Hizbullah MAG
[www.ahmad-hizbullah.com]



(box)

Karut-Marut Berkat Tuhan dalam Bibel


alt
Samuel Dahana dan komunitas “Pengikut Kristus Pendukung Israel” harus objektif dan ilmiah menafsirkan ayat-ayat pemberkatan Israel dalam Perjanjian Lama Bibel.

Menurut Bibel, Yakub disebut Israel oleh Tuhan bermula pada suatu malam ketika Yakub bergumul melawan Tuhan sampai subuh, dengan hasil kemenangan mutlak di tangan Yakub.

“Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang. Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” (Kejadian 32: 28-30).

Sebelumnya kitab Kejadian 27:1-40 menceritakan, Ishak (putra Abraham yang kedua, adik kandung Ismail) mempunyai seorang istri bernama Ribkah dan dua orang putra yaitu Esau dan Yakub. Ribkah yang adalah menantu Abraham itu pilih kasih kepada anaknya. Dia lebih mengasihi Yakub daripada Esau, anak sulungnya.

Karena Ishak sudah tua dan sudah tidak bisa melihat, maka sesuai dengan tradisi turun-temurun, dia harus memberkati anaknya yang sulung, yaitu Esau. Tetapi, dengan sangat liciknya Ribkah dan Yakub menyusun rekayasa jahat agar yang diberkati oleh Ishak adalah Yakub itu.

Dengan sebuah tipuan ulung atas bantuan ibunya, Yakub dapat mengelabui Ishak yang sudah buta, sehingga dia dianggap sebagai Esau, akhirnya Yakublah yang diberkati oleh Ishak dalam nama Tuhan: “Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia” (Kejadian 27:29)

Dengan kata lain, Yakub diberkati Tuhan setelah terjadinya beberapa skandal: Ishak ditipu anak dan istrinya; Esau dikhianati adik dan ibunya; Ribkah durhaka kepada suami dan anak kandungnya.

Ternyata dengan berkat yang diperoleh secara tidak halal itu, keluarga Yakub malah diterpa berbagai skandal perzinaan yang sangat terkutuk, antara lain: gundik Yakub ditiduri Ruben, anak kandungnya yang sulung (Kejadian 35:22); dan Yehuda, anak kandung Yakub menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38:13-19).

Samuel dan komunitasnya harus menafsir ulang doktrin keterpilihan Israel sebagai bangsa yang diberkati Tuhan, karena pada ayat yang lain, Israel juga kerap mendapat julukan negatif.

Yesus sendiri, meskipun misinya diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Matius 15:24), tapi dia menyebutkan bangsa Yahudi itu bagaikan serigala, dan dia mengingatkan kepada para utusannya berlaku cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati (Matius 10:16). Yesus juga pernah menyebut kaum Farisi, penganut murni Agama Yahudi sebagai keturunan ular beludak (Matius 12:33) dan angkatan yang jahat (Matius 12:39). Sedangkan Yerusalem disebut Yesus sebagai pembunuh para nabi (Matius: 23:37).

Dalam Perjanjian Lama, Musa menyebut, orang-orang Israel yang durhaka dan hobi memanipulasi kebenaran kitab suci dengan julukan “orang degil” dan orang yang “tegar tengkuk” terhadap Tuhan (Ulangan 31:27) dan kaum “penentang Tuhan” (Ulangan 9:24). Kitab Mikha menyebut kaum Yakub dan para pemimpin kaum Israel sebagai orang yang muak ter¬hadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus, karena mereka memu¬tus¬¬kan hukum karena suap, dan para imamnya mem¬beri pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang (Mikha 3:9-11).

Sudah saatnya Samuel Dahana dan jemaatnya merevisi pandangannya tentang teologi rasialis bahwa berkat dan kutuk Tuhan tergantung kepada bangsa Israel. Bukankah Yesus mewasiatkan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang datang dalam nama Tuhan? “Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:39).

Bukankah dalam kitab Ulangan 10:17 Tuhan menyatakan tidak akan memandang bulu terhadap manusia? Bukankah Tuhan telah menjamin bahwa Dia tidak akan membeda-bedakan orang berdasarkan suku bangsanya?

“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamal¬kan kebenaran berkenan kepada-Nya” (Kisah Para Rasul 10:34-35).

Pandangan ini selaras dengan ajaran Al-Qur'an bahwa kemuliaan manusia di hadapan-Nya tidak berdasarkan suku bangsanya, tapi berdasarkan ketakwaan. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (Qs (Al-Hujurat 13). Karena berkah surgawi disediakan bagi orang yang beriman dan beramal shalih (Al-Kahfi 107, Al-Baqarah 25), bukan diberikan secara pilih kasih kepada satu suku bangsa. []

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites